Artikel ini ditulis dan dibagikan oleh trader profesional Cory Mitchell, yang telah memulai trading penuh waktu sejak tahun 2005, memiliki pengalaman praktis hampir dua dekade, dan memegang kualifikasi Chartered Market Technician (CMT).
Menggunakan "Strategi Forex Struktur Harga" untuk trading adalah metode untuk mendapatkan profit berdasarkan pergerakan harga yang benar-benar sedang terjadi pada pasangan mata uang, bukan trading berdasarkan imajinasi "saya berharap pasar bergerak seperti ini".
Banyak trader menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mencari "entry yang sempurna". Entry tentu penting, tapi yang sama pentingnya adalah titik exit (stop loss, trailing stop, atau target take profit) serta ukuran posisi. Faktor-faktor ini adalah kunci kesuksesan trading, dan semuanya membentuk sistem trading yang lengkap.
Namun, strategi exit sering kali diabaikan. Sebagian besar trader tahu bagaimana cara memasang stop loss, tapi kapan harus take profit adalah salah satu pertanyaan tersulit bagi banyak trader. Sebagian alasannya berasal dari faktor psikologis, karena ada dua pemikiran yang saling bertentangan yang sering mengganggu pengambilan keputusan trader:
✔ Trader tidak ingin transaksi yang sedang profit akhirnya berubah menjadi rugi.
✔ Trader tidak ingin take profit terlalu awal, sehingga melewatkan profit yang lebih besar.
Jika kedua masalah yang bertentangan ini tidak ditangani dengan baik, trader biasanya akan bolak-balik antara kedua situasi ini, atau terjebak dalam salah satu dilema psikologis tersebut untuk waktu yang lama.
Dalam artikel ini, saya akan membahas metode exit target take profit berdasarkan strategi forex struktur harga. Strategi ini terutama digunakan untuk swing trading.
Perlu dijelaskan bahwa strategi ini dirancang untuk trading forex, bukan trading saham. Di pasar saham, cara yang agak mirip dengan strategi struktur harga mungkin hanya strategi channel tren.
Target Take Profit Berdasarkan Struktur Harga Forex
Target take profit adalah titik exit yang telah ditentukan sebelumnya. Target take profit ditetapkan sebelum trading, biasanya berdasarkan struktur harga yang sedang berjalan saat ini.
Setelah target take profit ditetapkan, biasanya tidak akan diubah lagi, kecuali trading mengalami beberapa situasi khusus yang disebutkan di bawah ini. Tentu saja, kamu juga bisa sepenuhnya membuat aturan exit sendiri yang sesuai dengan gaya trading kamu.
Alasan mengapa kita tidak mudah mengubah target take profit adalah karena sebelum trading dimulai, kita biasanya lebih rasional dan objektif. Begitu transaksi sudah dibuka, dua masalah psikologis yang disebutkan di atas akan mulai mempengaruhi penilaian kita.
Ketika kita tidak memiliki posisi, masalah psikologis ini belum benar-benar ada; tapi begitu masuk ke transaksi, kita harus berhati-hati terhadap penilaian instan kita. Analisis objektif yang dilakukan sebelum trading biasanya lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang dipengaruhi emosi selama trading.
Inilah mengapa kita harus membuat trading plan yang lengkap sebelum trading. Dengan begitu, setelah masuk ke transaksi, yang perlu kita lakukan hanyalah mengeksekusi aturan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan disiplin.
Trailing stop juga sama prinsipnya. Kita hanya menentukan kapan keluar dari transaksi berdasarkan metode yang telah ditetapkan sebelum trading.
Struktur Harga Forex
Struktur harga adalah area di mana harga bergerak dalam suatu rentang atau formasi. Struktur ini bisa terwujud sebagai:
✔ Struktur tren
✔ Struktur channel (channel naik, channel turun, channel horizontal)
✔ Struktur konvergen (misalnya triangle)
✔ Struktur ekspansi
✔ Struktur range bound (bergerak bolak-balik antara swing high dan swing low)
Hampir di semua timeframe, kamu mungkin melihat beberapa struktur ini ada secara bersamaan.
Tugas kamu adalah mengidentifikasi struktur harga ini dan memutuskan bagaimana cara trading di sekitarnya.
Untuk swing trading, kamu bisa mulai dari grafik harian, tandai semua swing high dan swing low utama di grafik dengan garis horizontal. Kemudian hubungkan swing high terbaru, hubungkan swing low terbaru, dan cari formasi yang mungkin muncul, seperti:
✔ Struktur triangle
✔ Struktur channel (regression channel sering kali sangat membantu)
✔ Zona ekspansi
Perlu dicatat bahwa struktur-struktur ini tidak harus sepenuhnya presisi bertepatan dengan trendline. Tujuannya hanya untuk membantu kita memahami cara harga bergerak secara keseluruhan.
Kemudian ulangi langkah yang sama pada grafik 4 jam, dan jika kamu ingin mencari peluang dengan periode lebih pendek, kamu juga bisa melihat grafik 1 jam.
Saya sarankan untuk melakukan latihan analisis seperti ini di grafik kamu setiap hari, dan memperbarui semua level kunci serta struktur harga yang relevan sebelum mulai trading. Jadikan proses ini sebagai bagian dari rutinitas trading harian kamu.
Ketika harga suatu pasangan mata uang mendekati posisi ekstrem dari struktur harga ini, peluang trading potensial mungkin muncul.
Kamu juga perlu menilai faktor mana yang lebih penting berdasarkan timeframe kamu. Jika kamu melakukan swing trading yang berlangsung beberapa hari, maka struktur harga saat ini adalah yang kunci, tepi struktur harga yang jauh tidak penting saat ini. Tapi jika harga bergerak cepat, tepi struktur yang jauh bisa menjadi penting.
Menggambar struktur-struktur ini membantu saya melihat dengan jelas: area mana yang akan saya tradingkan, dan area mana yang tidak akan saya tradingkan. Struktur saat ini jika muncul peluang, bisa ditradingkan. Jika harga breakout dari struktur triangle, maka peluang trading saya berikutnya akan muncul ketika harga mendekati level kunci lain yang ditandai di grafik, atau ketika terbentuk struktur harga baru.
Ketika harga mendekati tepi struktur harga, kamu bisa beralih ke timeframe yang lebih rendah untuk mencari titik entry, dan menentukan posisi stop loss.
Target profit harus ditetapkan di sisi lain dari struktur harga. Bersikap konservatif dan memastikan target tercapai selalu lebih baik daripada terlalu agresif dan melewatkan peluang exit yang baik. Misalnya, jika kamu short di puncak range, target take profit harus ditempatkan di atas swing low sebelumnya, bukan tepat di swing low tersebut.
Memahami struktur harga membutuhkan waktu dan latihan. Pada awalnya, kamu kemungkinan besar akan melewatkan banyak struktur. Tapi begitu kamu mulai bisa mengidentifikasinya, kamu bahkan bisa trading hanya dengan struktur harga saja, tanpa bergantung pada metode lain.
Jika kamu menggunakan beberapa timeframe dan mengamati serangkaian pasangan mata uang secara bersamaan, hampir setiap hari kamu bisa menemukan peluang struktur harga dengan potensi profit tinggi. Jika hanya melakukan swing trading pada grafik harian, 4 jam, atau 1 jam, maka peluang trading berkualitas tinggi tidak selalu muncul setiap hari, tapi muncul beberapa kali seminggu hampir sangat mungkin terjadi.
Catatan pribadi:Saya pernah trading dengan cara ini selama bertahun-tahun, tapi sekarang sudah tidak lagi melakukannya. Alasan utamanya adalah investasi waktu yang besar, karena metode ini membutuhkan pengamatan grafik yang terus-menerus dalam jumlah besar, dan pembaruan analisis yang berkelanjutan. Jika kamu menyukai jenis alur kerja seperti ini, maka metode ini mungkin sangat cocok untuk kamu.
Menggabungkan Beberapa Lapisan Struktur Harga Forex
Seperti yang disebutkan sebelumnya, terkadang di pasar bisa ada beberapa struktur harga secara bersamaan: satu struktur bersarang di dalam struktur lain, bahkan bersarang lagi di dalam struktur yang lebih besar.
Dalam kasus ini, kamu memiliki beberapa pilihan:
1. Menetapkan target take profit berdasarkan struktur harga saat ini.
2. Menetapkan target take profit berdasarkan struktur harga yang lebih besar dari struktur saat ini.
3. Sebagian take profit dieksekusi berdasarkan struktur harga saat ini; jika harga breakout dari struktur saat ini, sisanya di-take profit pada struktur harga berikutnya.
Cara pertama adalah yang paling sederhana: "lihat range, tradingkan range." Saya biasanya memilih metode ini.
Cara kedua membutuhkan pengamatan dari gambaran pasar yang lebih besar.
Misalkan di grafik harian terdapat range besar, dan harga membentuk struktur triangle yang cukup besar di tengah range tersebut. Kamu bisa beli atau jual di tepi triangle, dan menempatkan target di sisi lain triangle (opsi 1).
Kamu juga bisa menempatkan target di dekat tepi range yang lebih besar, dengan asumsi harga akhirnya akan mencapai posisi tersebut lagi.
Cara kedua lebih berguna dalam kondisi breakout — ketika harga breakout dari satu struktur dan mulai bergerak menuju tepi struktur berikutnya.
Seiring waktu, jika harga terus bergerak tanpa menyentuh tepi struktur awal, kita juga bisa menggambar ulang garis struktur baru berdasarkan pergerakan harga terbaru.
Timeframe Target Take Profit
Saat menentukan struktur harga, sebaiknya gunakan grafik harian sebagai dasar (atau setidaknya gunakan timeframe satu atau dua tingkat lebih tinggi dari timeframe trading kamu biasanya). Ini akan memberikan konteks pasar dan arah keseluruhan untuk trading kamu.
Ketika harga mendekati tepi struktur harga di grafik harian (yaitu "timeframe tinggi" kamu), kamu bisa beralih ke grafik 1 jam untuk mengamati perilaku harga di sekitar level support atau resistance tersebut (tepi struktur harga). Jika membutuhkan titik entry yang lebih presisi, kamu bisa beralih lebih jauh ke grafik 15 menit atau 5 menit. Tentu saja, jika kamu tidak ingin beralih ke timeframe yang lebih rendah, kamu juga bisa tidak melakukannya sama sekali.
Cara memasang stop loss:
❍ Jika short, stop loss harus ditempatkan di atas swing high terbaru.
❍ Jika long, stop loss harus ditempatkan di bawah swing low terbaru.
Sedangkan target take profit harus ditetapkan berdasarkan struktur harga di grafik harian (atau berdasarkan struktur timeframe satu atau dua tingkat lebih tinggi dari timeframe entry).
Jika target take profit berdasarkan grafik harian, dan entry berdasarkan timeframe yang lebih kecil, biasanya kamu bisa mendapatkan risk-reward ratio yang lebih tinggi. Ini karena pada timeframe yang lebih kecil, kamu biasanya bisa menemukan titik entry yang lebih presisi dan lebih menguntungkan.
Struktur Harga Forex Bukan "Bola Kristal"
Saat menetapkan target take profit, kita sebenarnya berasumsi: pasar akan terus bergerak dengan cara yang sama untuk beberapa waktu. Untuk sementara waktu, asumsi ini mungkin benar; tapi pada akhirnya, pasar pasti akan berubah.
Jika harga terus bergerak sesuai struktur yang ada, kita bisa mendapatkan profit yang bagus. Bahkan jika harga tidak terus mempertahankan struktur awal, kita mungkin tetap profit. Misalnya dalam transaksi di atas, jika harga naik kuat dan breakout dari channel, meskipun tidak terus bergerak di dalam channel, kita tetap bisa mendapatkan profit.
Kita tidak perlu memprediksi bagaimana harga akan berkembang di masa depan yang jauh. Kita hanya mengeksekusi strategi trading, dan memahami bahwa meskipun kita sering salah menilai, selama risk-reward ratio cukup baik, beberapa transaksi profit saja sudah cukup untuk menutupi semua kerugian.
Strategi ini juga memaksa kita untuk mempertimbangkan berbagai skenario pasar terlebih dahulu. Misalnya, ketika harga bergerak ke tepi struktur triangle, harga bisa bergerak ke arah mana pun. Kita tidak tahu arah mana. Tapi jika kita menunggu price action memberikan sinyal, kita bisa bertindak tanpa bias.
Kita bisa entry saat breakout terjadi, atau melakukan range trading saat formasi berlanjut.
Apapun caranya, kita selalu menunggu price action memberikan sinyal terlebih dahulu, baru kemudian bertindak. Pada saat yang sama, struktur harga itu sendiri juga memberikan kita support dan menunjukkan posisi target take profit.
Kapan Perlu Mengubah Target Take Profit
Jika sebelum rilis data ekonomi makro penting, harga sudah mendekati posisi stop loss atau take profit saya, saya biasanya keluar dari transaksi lebih awal. Misalnya data Non-Farm Payroll AS (jika trading pasangan mata uang terkait USD), pengumuman keputusan suku bunga (jika melibatkan mata uang terkait). Selain itu, jika pasar membentuk struktur harga baru, saya juga mungkin keluar dari transaksi lebih awal.
Misalnya, saya sedang trading berdasarkan range besar di grafik 1 jam, short di puncak range. Harga mulai turun, tapi belum mencapai target take profit saya. Kemudian harga mulai bergerak sideways, membentuk range atau struktur triangle yang lebih kecil di dalam struktur awal.
Saat ini muncul pilihan baru, dan kamu perlu memutuskan terlebih dahulu bagaimana menangani situasi ini.
Karena transaksi-transaksi ini pada awalnya biasanya memiliki risk-reward ratio yang sangat tinggi, bahkan jika menyesuaikan target take profit untuk menyesuaikan dengan struktur harga baru, biasanya masih bisa mempertahankan risk-reward ratio yang cukup baik. Di bagian contoh di bawah ini, saya juga menunjukkan beberapa contoh penyesuaian cara take profit ini (tentu saja, frekuensi kemunculan situasi ini tidak sesering yang kamu bayangkan).
Contoh Entry dan Take Profit Struktur Harga Forex
Setelah mengidentifikasi struktur harga, biasanya bisa memberikan beberapa peluang trading sebelum harga masuk ke struktur berikutnya.
Tidak setiap transaksi akan berhasil pada percobaan pertama. Terkadang kamu mungkin terkena stop loss pada entry pertama, lalu entry lagi.
Grafik-grafik ini terutama untuk membantu kita menentukan posisi target take profit. Perhatikan bahwa semua area take profit dalam gambar (kotak hijau) tidak ada yang mencapai swing high atau swing low sebelumnya secara presisi, melainkan keluar lebih awal sebelum mencapai titik tersebut.
Konsep ini berlaku untuk semua timeframe.
Satu hal yang perlu diperhatikan, jika kamu melakukan backtest atau review grafik-grafik ini, ingatlah bahwa kamu hanya bisa trading selama periode waktu kamu benar-benar trading. Kecuali kamu memantau pasar 24 jam tanpa tidur, kamu tidak mungkin menangkap setiap peluang yang menyentuh tepi struktur di grafik 4 jam atau 1 jam.
Tidak perlu membuat segalanya terlalu rumit. Hasilkan uang ketika price action logis; begitu pasar tidak lagi jelas, atau kamu tidak bisa mengidentifikasi struktur harga, jangan trading.
Banyak orang terlalu terobsesi memikirkan kapan suatu struktur harga akan berakhir, sehingga sepenuhnya mengabaikan fakta bahwa selama proses pembentukan struktur harga, sebenarnya sudah ada banyak peluang trading dan ruang profit.
Jika kamu tidak melihat struktur harga apapun, mungkin ada dua alasan: kamu masih perlu lebih banyak latihan untuk mengidentifikasi struktur, atau pasar sedang dalam fase pergerakan cepat.
Dalam kasus ini, kamu bisa menurunkan timeframe untuk mengamati struktur.
Ketika harga naik dengan cepat, grafik harian hanya akan menunjukkan serangkaian kandil naik; tapi jika beralih ke timeframe yang lebih kecil, kamu akan melihat channel, area konsolidasi, dan struktur lainnya.
Ketika kita membuka transaksi, kita tidak tahu bagaimana hasil akhirnya. Kita hanya bisa mengeksekusi trading sesuai rencana berdasarkan struktur pasar yang kita lihat saat entry.
Selain itu, ada juga pilihan lain: ketika transaksi sudah jelas profit, kamu bisa menggunakan trailing stop. Jika harga berubah arah sebelum mencapai target take profit, cara ini bisa mengunci sebagian profit.
Di bawah ini masih ada lebih banyak contoh. Yang perlu diingat adalah: kita belum tentu bisa menangkap titik entry terbaik pada percobaan pertama. Jadi, meskipun di grafik terlihat banyak transaksi yang profit, sebelum menangkap transaksi profit itu, kita mungkin sudah mengalami satu atau dua stop loss.
Ingin menangkap titik balik dengan stop loss yang sangat kecil tidaklah mudah. Tapi keunggulan metode ini adalah: risk-reward ratio sangat tinggi, sehingga kita tidak membutuhkan win rate yang tinggi.
Breakout Struktur Harga Forex
Saat trading struktur harga, kita biasanya menunggu pasar memberikan bukti bahwa struktur masih valid sebelum entry. Misalnya, jika kita bersiap untuk short di resistance (puncak struktur), kita akan menunggu: harga mendekati level tersebut, menyentuh level tersebut, bahkan sedikit breakout dari level tersebut.
Kemudian, kita akan menunggu price action menunjukkan sinyal reversal, yang mengindikasikan bahwa level tersebut masih valid, dan harga kemungkinan akan bergerak turun lagi menuju target take profit yang telah kita tetapkan.
Tentu saja, harga juga bisa breakout dari struktur harga. Ketika breakout terjadi, pasar biasanya akan membentuk struktur harga baru.
Dalam kasus ini, kita bisa memanfaatkan struktur harga yang lebih besar sebagai referensi target take profit setelah breakout. Jika tidak ada struktur yang jelas yang bisa dijadikan target, pertimbangkan menggunakan trailing stop, atau amati besarnya pergerakan harga terbaru dan ukuran struktur untuk memperkirakan seberapa jauh harga biasanya bergerak. Pergerakan breakout seperti ini juga bisa ditradingkan, tapi itu topik lain.
Jika harga breakout dari struktur lalu kembali masuk ke dalam struktur awal, itu kemungkinan besar adalah false breakout. Situasi ini sebenarnya juga merupakan peluang yang sangat layak untuk ditradingkan.
Kesimpulan Akhir Tentang Strategi Struktur Harga Forex
Sebelum menggunakan strategi ini untuk trading, tentukan terlebih dahulu formasi mana yang ingin kamu tradingkan, dan sinyal price action seperti apa yang kamu butuhkan untuk entry. Saya hanya memberikan prinsip dasar dalam artikel ini, tapi untuk membuat metode ini benar-benar efektif, kamu masih perlu melakukan riset dan praktik yang banyak sendiri.
Sebelum trading strategi apapun, kamu perlu menjawab beberapa pertanyaan kunci, seperti:
✍ Bagaimana kamu akan menggambar trendline?
✍ Berapa banyak swing high atau swing low yang dibutuhkan untuk membentuk formasi yang bisa ditradingkan?
✍ Apakah harga hanya perlu mendekati trendline, atau harus breakout dulu lalu kembali ke dekat trendline?
✍ Di mana tepatnya target take profit ditempatkan (berdasarkan pergerakan harga sebelumnya)?
✍ Berapa persyaratan minimum risk-reward ratio kamu?
✍ Apakah akan menyesuaikan target take profit atau menggunakan trailing stop? Jika ya, kapan digunakan? Bagaimana caranya?
Terlihat sepertinya sederhana, tapi untuk menjalankan strategi ini secara konsisten dalam jangka panjang, dibutuhkan waktu dan banyak praktik, untuk secara bertahap menemukan aturan spesifik yang paling cocok untuk kamu.
Jika kamu tertarik dengan strategi ini, kamu bisa membangun metode trading kamu sendiri secara bertahap melalui review grafik historis.
Ingat, ini hanya salah satu dari banyak metode trading. Kamu tidak harus mengikutinya sepenuhnya. Kamu bisa menyerap bagian-bagian yang berharga, lalu membangun sistem trading milik kamu sendiri.
Metode ini bisa diterapkan pada timeframe apapun: pertama identifikasi struktur harga pada timeframe yang lebih tinggi, lalu beralih ke timeframe yang lebih rendah untuk mencari titik entry yang presisi. Tentu saja, kamu juga bisa trading hanya pada satu timeframe saja.
Ini adalah strategi trading, bukan alat prediksi yang menjamin kebenaran. Saya tidak berharap penilaian saya selalu benar. Tujuan saya adalah hanya melakukan transaksi yang memiliki risk-reward ratio yang baik (saya biasanya hanya mengambil peluang dengan rasio 5:1 ke atas).
Misalnya, dari 10 transaksi hanya menang 3, tapi rata-rata risk-reward ratio setiap transaksi mencapai 5:1 atau lebih, hitung saja sendiri, dengan begitu tetap bisa mendapatkan return yang sangat baik.