Sebagai trader harian profesional sejak 2005, saya menghabiskan 30 menit hingga 2 jam setiap hari untuk day trading. Trading saya rata-rata berlangsung beberapa menit, dan dalam waktu trading biasanya saya melakukan beberapa transaksi. Anggap saja saya menghabiskan tambahan 5 jam per minggu untuk review, persiapan, dan latihan perbaikan (sekitar satu jam per hari trading). Waktu-waktu ini lebih penting daripada waktu trading itu sendiri, karena tanpa itu, kerugian lebih mudah terjadi dalam trading.
Kalau dihitung, jam kerja per minggu sekitar 7,5 hingga 15 jam.
Saya melakukan day trading EURUSD di chart 1 menit. Saat trading di pasar ini, saya biasanya trading sekitar 1 hingga 2 jam.
Saya juga melakukan day trading saham. Saat trading di pasar ini, saya biasanya hanya trading pada 30 menit hingga 2 jam pertama setelah pembukaan New York.
Dalam artikel ini, saya akan membongkar berbagai situasi jam kerja seorang trader harian. Sebagai trader harian, saya pernah mengalami berbagai gaya hidup, baik yang trading dalam waktu lama maupun singkat.
Bagi saya, jam kerja yang lebih pendek justru sering memberikan hasil terbaik, karena pergerakan pasar terbesar dan tercepat dalam hari trading biasanya hanya terkonsentrasi dalam beberapa jam saja.
Hari kerja day trading dua jam
Berikut adalah contoh jadwal pagi yang tipikal. Jadwalnya bisa berbeda tergantung apakah saya trading EURUSD atau saham, atau menyesuaikan waktu mulai trading dengan rutinitas anak, tapi ini bisa menjadi referensi.
Jam kerja day trading tipikal saya adalah 1 hingga 2,5 jam. Zona waktu saya adalah Mountain Standard Time (MST), waktu trading EURUSD biasanya pukul 6 pagi hingga 7:30 atau 8 pagi (MST) (yaitu pukul 8 pagi hingga 10 pagi EST, pukul 21:00-23:00 WIB). Setiap hari sebelum trading, saya menyisihkan setidaknya 10-15 menit untuk persiapan pra-trading, ditambah 30-45 menit untuk review, mencatat trading journal, dan latihan perbaikan.
Jika saya day trading saham, biasanya pukul 7:30 hingga 8 pagi, dan jika pasar aktif, bisa diperpanjang hingga 9:30. Sama halnya, sebelum trading perlu persiapan pra-trading, lalu setelahnya ada waktu untuk review dan mencatat trading journal.
Jika waktu kamu terbatas, jangan korbankan waktu persiapan, review, dan mencatat journal. Jika kamu hanya punya 1 jam sehari, jangan gunakan seluruh jam itu untuk trading. Gunakan 30 menit untuk hal-hal penting lainnya, lalu 30 menit untuk trading. Trading 30 menit yang berkualitas jauh lebih baik daripada 1 jam trading tanpa persiapan yang penuh frustrasi.
Berikut adalah jadwal tipikal saya saat trading di sesi pagi (jika saya baru mulai trading saat pembukaan pasar saham AS, maka semua waktu digeser ke belakang):
◵ Saya bangun sekitar pukul 5 pagi, ke toilet, minum segelas air, membuat sarapan untuk anak, lalu duduk di depan komputer.
◵ Setiap hari saya menghabiskan sekitar 5 hingga 10 menit untuk rutinitas pagi day trading, agar pikiran saya masuk ke kondisi tenang dan netral. Beberapa hari hanya butuh 5 menit, pikiran saya sudah jernih dan siap; sementara hari lain, jika ada hal yang mengganggu atau membuat terdistraksi, rutinitas ini bisa memakan waktu 10 hingga 15 menit.
◵ Saya menyesuaikan rutinitas ini sesuai kebutuhan hari itu, untuk membawa diri ke mindset yang tepat. Saya tidak ingin sekadar menjalani formalitas, tapi melakukan yang terbaik sesuai kebutuhan untuk menenangkan pikiran dan mempersiapkan diri secara mental untuk trading.
◵ Saya membuka chart. Sebelum trading, saya menghitung position sizing dengan berbagai pengaturan stop loss, dan mencatatnya, sehingga saat trading saya tidak perlu menghitung mendadak. Saya melihat kalender ekonomi, memperhatikan event besar yang bisa mempengaruhi trading (jika ada, saya menghindar sementara). Lalu saya membuka platform trading.
◵ Satu-satunya tujuan saya saat day trading adalah mengeksekusi trading plan dengan disiplin, jadi fokus saya tertuju pada mencari pola yang sesuai dengan plan, menghindari segala distraksi. Saya melakukan analisis self-talk untuk setiap kandil harga yang muncul, ini membantu menjaga fokus. Saya menyebut cara ini sebagai "komentar real-time".
◵ Saya biasanya berhenti trading setelah sekitar 1-2 jam, atau saat ada jeda alami. Misalnya, jika saya sudah trading 1 jam 45 menit, dan tidak ada peluang trading yang cocok dalam waktu dekat, saya berhenti trading. Jika saya masih memegang posisi di jam ke-2, saya biarkan trading berlanjut. Jika dalam 30 menit tidak ada pergerakan sama sekali, saya akhiri trading hari itu.
◵ Setelah trading selesai, saya meninjau kembali chart, dan mencatat informasi tambahan yang ingin saya ingat tentang hari itu atau cara trading saya. Saya mereview trading, memverifikasi apakah sudah sesuai plan, atau melihat apakah ada yang terlewat.
Saya mencatat apa yang sudah saya lakukan dengan baik dan aspek yang ingin terus dikembangkan, apa yang kurang baik dan poin yang perlu diperbaiki; bagaimana kondisi mental saya, dan bagaimana itu mempengaruhi trading. Lalu saya tuliskan semua ini ke trading journal, untuk memperkuat kebiasaan yang perlu dipertahankan dan mengurangi pengaruh buruk.
Bagian review dan pencatatan ini bisa dilakukan kapan saja dalam sehari, tidak harus langsung setelah trading selesai.
Berikut adalah contohnya:
◵ Setelah trading selesai, saya membuat sarapan, lalu pergi bermain golf, fitness, atau lari. Itulah hari trading saya.
◵ Setiap minggu biasanya di akhir pekan, saya meninjau kembali chart dan trading seminggu dengan perspektif baru. Saya mencatat trading yang terlewat atau trading yang salah dilakukan, mencatat kesalahan umum, dan memikirkan bagaimana memperbaiki minggu depan (hanya memilih satu kesalahan untuk diperbaiki setiap kali). Saat baru mulai, proses review ini bisa memakan beberapa jam, karena banyak hal yang perlu dikoreksi dan diperbaiki. Seiring kemampuan trading meningkat, proses ini bisa hanya memakan 15 menit.
◵ Saya juga menyarankan untuk meluangkan 1 jam atau lebih setiap minggu untuk fokus pada latihan mental, seperti meditasi dan sebagainya.
Berikut adalah beberapa tambahan tentang day trading, dan bagaimana membuat waktu trading seefisien dan seproduktif mungkin……
Bagaimana meningkatkan efisiensi day trading
Saya berusaha memulai trading pada waktu yang sama setiap hari. Meskipun tidak selalu bisa, demi konsistensi, saya suka trading di rentang waktu yang sama setiap hari.
Karena perubahan situasi hidup, waktu yang bisa kita gunakan untuk trading mungkin berubah, tapi idealnya tetapkan waktu tetap, dan bertahanlah trading di rentang waktu tersebut sampai perlu penyesuaian. Dan catat pembaruan ini di trading plan kamu.
Saya tidak day trading lebih dari 2 jam setiap hari, jadi dalam 2 jam itu saya sepenuhnya fokus. Saya berusaha tidak terdistraksi, dan tidak meninggalkan kursi kecuali benar-benar perlu. 2 jam berlalu sangat cepat.
Menjaga fokus dan disiplin selama 2 jam (atau lebih) membutuhkan waktu dan latihan. Saat peluang trading muncul, bahkan terdistraksi satu detik pun bisa membuat kita melewatkan atau terlambat entry, sehingga merusak peluang trading tersebut.
Saya trading 2 jam setiap hari, karena di pasar yang saya tradingkan (EURUSD), pergerakan dua jam ini adalah yang paling aktif sepanjang hari.
Untuk day trading saham, saya suka trading pukul 9:30 hingga 10 pagi waktu Eastern, dan jika pasar aktif bisa diperpanjang hingga 11:30 (waktu saya 7:30-8/9:30). Saya suka pergerakan besar setelah pembukaan, begitu pasar melambat, saya akhiri trading.
Sebagai trader harian, jam kerja saya per minggu bisa mencapai 15 jam (jika trading 2 jam sehari; biasanya saya trading lebih sedikit), termasuk trading, review, dan latihan perbaikan. Jika mengalami kesulitan di suatu aspek, saya menambah waktu latihan perbaikan. Jika hanya trading 30 menit sehari, maka termasuk semua persiapan dan latihan perbaikan, jam kerja per minggu sekitar 7,5 jam.
Jika kamu trader harian pemula, perkirakan jam kerja akan lebih lama, karena kamu perlu lebih banyak waktu untuk latihan perbaikan dan mempelajari teknik trading. Jika tidak meluangkan waktu untuk meningkatkan diri, jalan menuju profit konsisten akan lebih panjang.
Saat saya baru mulai day trading pada 2005, saya menghabiskan sekitar 8 jam sehari untuk riset, latihan, trading, review, dan brainstorming. Jadi, sebagai trader harian, bekerja 5-12 jam per minggu adalah hasil akhir dari usaha jangka panjang.
Jam kerja saya di prop firm
Karier day trading saya dimulai di sebuah prop firm. Prop firm mempekerjakan trader dan menyediakan modal trading, sebagai imbalannya, perusahaan mengambil sebagian dari profit. Jika kamu tidak profit dengan baik, kamu akan dipecat. Saya trading di perusahaan ini sekitar 7 tahun, dan terus mendapatkan lebih banyak modal untuk day trading (ukuran modal akhirnya mencapai tujuh digit).
Di perusahaan, kami memiliki otonomi besar, tapi mereka ingin kami berada di meja sebagian besar waktu. Kehidupan trading saat itu sangat berbeda dengan kehidupan saya sekarang yang hanya trading beberapa jam.
Karena perbedaan zona waktu, saya biasanya sudah tiba di kantor pukul 6:30 pagi untuk mempersiapkan hari. Saya akan tinggal sampai pukul 2 siang, tapi sering pergi atau makan siang saat waktu makan siang New York, karena saat itu peluangnya sedikit.
Terkadang saya tinggal setelah penutupan untuk berdiskusi strategi dengan trader lain, atau meneliti bagaimana memperbaiki kesalahan dalam trading. Jadi dalam situasi ini, sebagai trader harian saya bekerja sekitar 7-8 jam sehari. Ini termasuk persiapan, review, dan waktu trading aktual.
Ngomong-ngomong, saya butuh 6 bulan penuh, trading 7 jam sehari, baru mulai profit. Selama 6 bulan itu, saya bekerja di kasino sebagai dealer blackjack pada malam hari (pukul 7 malam hingga 2 pagi), sambil bangun pukul 5:30 atau 6 pagi untuk trading. Masa itu sangat berat, tapi itulah yang harus saya lakukan setelah lulus kuliah untuk membayar sewa, sambil fokus menjadi trader harian.
Prop firm menghitung profit per jam kami. Menariknya, meskipun saya trading hampir sepanjang hari, sekitar 85% profit muncul pada dua jam pertama hari itu.
Sejak meninggalkan prop firm pada 2011, saat trading saham saya terutama fokus pada jam pertama setelah pembukaan. Dalam trading forex, waktu trading ideal saya adalah satu hingga dua jam di sesi New York dan London.
Saya menemukan bahwa trading sepanjang hari hampir tidak ada keuntungannya. Tentu saja, ini hanya merujuk pada trading itu sendiri. Semakin banyak waktu yang kita investasikan untuk meningkatkan kemampuan trading, terutama latihan mental, biasanya semakin baik performanya.
Saya menduga sebagian penyebab rendahnya tingkat keberhasilan day trading adalah karena orang menghabiskan waktu trading jauh lebih banyak dari yang diperlukan, sehingga profitnya "terkuras habis". Atau, ada yang mengira bisa trading sambil duduk di toilet saat jam kerja dengan membuka aplikasi trading di ponsel untuk meraup beberapa rupiah. Apa pun caranya, keduanya tidak mungkin menghasilkan kesuksesan jangka panjang yang konsisten.
Jam kerja trader harian
Jam kerja trader harian berbeda-beda. Ada yang suka trading sepanjang hari, ada yang hanya menyempatkan satu dua jam, bahkan lebih sedikit. Saya kenal beberapa trader yang hanya trading saat pembukaan atau penutupan pasar saham, jadi waktu tradingnya hanya sekitar 15 menit. Ada trader yang hanya trading beberapa menit di sekitar event berita.
Pada akhirnya, berapa jam kamu trading setiap hari tergantung pada kamu sendiri. Bagi saya, 0,5 hingga 2 jam memberikan hasil terbaik. Ini berarti saya bisa bangun pagi, dan saat sebagian besar orang baru mulai berangkat kerja, saya sudah menyelesaikan "pekerjaan". Setelah day trading selesai, saya pergi bermain golf atau berolahraga, atau memilih menulis artikel untuk website, atau meluangkan waktu mencari peluang swing trading saham (saya juga membatasi waktu untuk swing trading). Pilihan-pilihan ini milik saya, dan rasanya menyenangkan.
Sebagai trader dan pribadi, yang paling saya hargai adalah waktu. Tujuan trading saya adalah hidup nyaman dan memiliki banyak waktu untuk melakukan hal yang saya sukai. Itulah yang saya pedulikan. Banyak orang hanya fokus pada uang, tapi mengorbankan banyak waktu demi menghasilkan uang. Jika itu tujuanmu, tidak masalah. Saya lebih menyukai pendekatan yang seimbang—menghasilkan uang, tapi memiliki banyak waktu.
Saat merancang strategi day trading, rancanglah berdasarkan apa yang dibutuhkan untuk kehidupan idealmu, dan capai dengan waktu trading seminimal mungkin, lalu nikmati sisa waktunya untuk melakukan hal yang kamu sukai.
Saya mencintai day trading, saya bisa melakukannya sepanjang hari. Tapi bagi saya, itu tidak masuk akal. Semakin lama trading, performanya justru menurun. Saya lebih suka trading yang efisien.
Jadi, pertanyaan sebenarnya bukan "berapa jam trader harian bekerja setiap hari", tapi "berapa jam saya ingin trading setiap hari, dan strategi mana yang bisa membuat saya mencapai tujuan itu".