Cerdas itu biasa saja, yang luar biasa adalah orang cerdas yang mau berusaha keras. Awal trading memang sulit—kamu akan bingung, akan rugi. Tapi apakah kamu bisa sampai ke tahap profit, sebenarnya kamu sudah tahu jawabannya dari dalam hati.
Host: Hari ini kita kedatangan Cheng Yan, yang sudah 16 tahun berkecimpung di dunia trading, profit konsisten, dan benar-benar hidup dari trading. Mari kita dengar pengalamannya selama ini.
Cheng Yan: Saya lulus tahun 2009, mulai trading tahun 2010, sampai sekarang sudah sekitar 16 tahun. Profit konsisten yang sesungguhnya, kira-kira mulai tahun 2017. Setelah itu saya tidak kerja yang lain, terus fokus di sini. Di mata orang lain, mungkin ini yang disebut "hidup dari trading".
Host: Bagaimana kamu memahami trading itu sendiri?
Cheng Yan: Pasar ini pada dasarnya selalu bergantian antara ranging dan trending. Kamu sudah dengar ini sejak hari pertama masuk, entah kamu lihat sendiri atau orang lain bilang. Tapi tahu itu satu hal, bisa menggunakannya itu hal lain.
Saya baru beberapa tahun terakhir ini paham satu hal—dunia itu sangat berbeda di mata siswa pintar dan siswa bodoh. Siswa pintar pakai rumus paling dasar untuk menyelesaikan soal, trading juga sama.
Contohnya. Saya bilang "pasar bergantian antara ranging dan trending", siswa bodoh dengar akan berpikir: ini hubungannya sama aku apa? Aku tetap nggak tahu besok mau ke mana, tetap nggak bisa profit. Tapi siswa pintar akan berpikir lebih dalam—kalau ranging dan trending bergantian, berarti pasar nggak akan selamanya ranging, juga nggak akan selamanya trending. Jadi kamu bisa bikin strategi trend. Waktu ranging, kamu rugi kecil-kecil, itu biaya; waktu trending datang, kamu profit besar, itu sudah cukup.
Kamu nggak tahu kapan trending datang, tapi kamu tahu pasti akan datang. Selama pasar masih mengikuti aturan ini, strategimu bisa terus dipakai.
Intinya, trading pada akhirnya adalah mencari ke dalam diri sendiri. Jangan terus-terusan lihat pasar mau ke mana, orang lain lagi ngapain, kamu cukup urus bagianmu sendiri dengan baik.
Host: Banyak orang bilang kamu pemain berbakat, kamu setuju?
Cheng Yan: Soal bakat, banyak yang salah paham. Waktu kecil semua dengar kata-kata Edison—"genius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat". Kebanyakan orang fokus ke 99% keringat, padahal yang paling penting justru 1% inspirasi itu.
Ada kalimat yang saya suka: cerdas itu biasa saja, yang luar biasa adalah orang cerdas yang mau berusaha keras. Syaratnya kamu harus cerdas dulu, lalu mau berusaha keras, baru bisa berhasil. Cuma cerdas aja nggak cukup, cuma usaha keras aja juga nggak cukup.
Host: Menurutmu, apa inti dari trading?
Cheng Yan: Intinya adalah mengatasi hati yang serakah.
Pasar setiap saat ada pergerakan, ada godaan. Tapi yang bisa kamu ambil cuma sebagian kecil, 5% bahkan 1%. Kamu nggak mungkin mengerjakan semua peluang, juga nggak mungkin semua yang kamu kerjakan itu benar.
Kalau sistem sudah jadi, kamu tinggal eksekusi, tunggu sinyal. Lihat grafik, ada sinyal masuk, nggak ada sinyal ya tunggu. Jadi sering kali, profit itu bukan dibuat, tapi ditunggu.
Saya 100% setuju—trading pada akhirnya cuma satu kata: tunggu.
Banyak yang nggak percaya, tapi ini benar. Kamu cukup nggak tergoda sama peluang lain, profit lain, itu sudah 90% beres. Bikin sistem yang bagus itu nggak susah, yang susah adalah menjaga hati sendiri.
Host: Kalau begitu, apa elemen kunci dari sistem yang bagus?
Cheng Yan: Sistem yang benar-benar bagus itu sangat sederhana. Saya sudah bilang berkali-kali—sistem bagus apa pun itu sangat simpel, nggak lebih dari tiga kalimat.
Karena dia cuma perlu selesaikan tiga masalah: entry, exit, stop loss. Kalau tiga syarat ini terpenuhi dan logikanya masuk akal, itu bisa dipelajari, itu sistem bagus. Kalau syaratnya banyak, keliatannya ribet, langsung aja coret.
Host: Apa saja jebakan yang harus dihindari dalam trading?
Cheng Yan: Jebakan terbesar, menurut saya, adalah path dependence.
Apa itu path dependence? Singkatnya, kebiasaan. Otak punya mekanisme malas—kalau kamu pernah profit dari suatu pola, kamu akan terus mengulang pola itu, terus memperkuatnya.
Contohnya. Kebanyakan orang di pasar ranging jual beli di level tinggi rendah, jalaninnya lancar banget. Tapi waktu pasar trending datang, entah nggak bisa kenali, atau kenali tapi nggak mampu handle risikonya. Ini path dependence—kamu jalan terus ikut pengalaman sukses masa lalu, lingkungan berubah, kamu nggak bisa adaptasi.
Jadi trading itu, di kepala harus ditanam kesadaran risiko. Apalagi waktu lagi lancar-lancarnya, orang gampang terbang. Justru sebaliknya—makin lancar, kesadaran risiko harus makin kuat.
Ada juga pepatah "lihat jalan tapi jangan diikuti". Jalan sukses orang lain, jangan mikir tinggal copy. Jalan itu punya dia, dia punya kondisi dan latar belakang zaman sendiri. Kamu harus berdasarkan kondisi diri sendiri, situasi objektif saat ini, lakukan yang seharusnya kamu lakukan.
Host: Apa yang trading kasih ke kamu?
Cheng Yan: Lebih ke perubahan cara berpikir. Harta itu justru nomor dua.
Uang di pasar itu nggak ada habisnya, selama kamu bisa jaga diri, cuma ambil bagian yang memang hak kamu, itu bisa terus mengalir. Yang lebih besar adalah perubahan di level pandangan hidup—terhadap dunia ini, terhadap aturan mainnya, jadi ada pemahaman yang lebih jernih, dan diri juga lebih lapang.
Host: Gimana kamu menyeimbangkan trading dan hidup?
Cheng Yan: Nggak perlu seimbang, karena sebenarnya nggak ada yang perlu diseimbangkan. Banyak orang ngejar hidup dari trading, tujuannya kebebasan—nggak terbatas waktu, nggak terbatas tempat. Kita mungkin cuma perlu beberapa jam seminggu, di mana aja, asal ada internet. Jadi buat saya nggak ada kesulitan, jalanin hidup normal aja.
Host: Kasih saran buat pemula yang baru masuk?
Cheng Yan: Awal itu memang susah banget. Kamu akan bingung, akan rugi. Tapi di tahap tertentu, kamu sendiri akan paham—bisa profit atau nggak, itu jelas di hati.
Saya nggak tahu kamu bisa ngerti perasaan itu atau nggak—waktu jalurmu sudah benar, walaupun belum profit, tapi kamu tahu jalur ini kalau diterusin pasti bisa profit. Itu rasa arah, jalur maju yang pasti.